
Singkawang, sebuah permata di pesisir Kalimantan Barat, bukan sekadar kota biasa. Dikenal sebagai “Kota Seribu Kelenteng” dan dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia, Singkawang menawarkan pengalaman travel yang memadukan harmoni budaya, sejarah kolonial, dan pesona alam yang masih asri.
Bagi Anda yang merencanakan travelling ke Singkawang pada tahun 2026, berikut adalah panduan komprehensif untuk memastikan perjalanan Anda tak terlupakan.
Mengapa Harus Travelling ke Singkawang?
Berbeda dengan destinasi lain di Indonesia, Singkawang memiliki atmosfer khas “Chinatown” yang sangat kental namun tetap berpadu selaras dengan budaya Melayu dan Dayak. Keunikan ini terpancar dari arsitektur bangunan, festival tahunan yang megah, hingga variasi kulinernya yang menggugah selera.
Destinasi Wisata Wajib Kunjung
Agar agenda travel Anda maksimal, pastikan destinasi berikut masuk dalam daftar kunjungan:
1. Vihara Tri Dharma Bumi Raya (Pekong Tua)
Inilah ikon paling bersejarah di pusat kota. Berdiri sejak tahun 1878, vihara ini merupakan tempat ibadah tertua dan menjadi pusat keramaian saat perayaan besar. Lokasinya sangat strategis untuk memulai penjelajahan kota.
2. Rumah Keluarga Tjhia (Cagar Budaya)
Ingin merasakan suasana Singkawang tempo dulu? Datanglah ke Rumah Keluarga Tjhia. Bangunan ini memiliki arsitektur khas Tiongkok yang masih terjaga keasliannya. Di sini, Anda juga bisa mencicipi Choipan legendaris langsung di teras rumah yang estetik.
3. Pantai Pasir Panjang & Tanjung Bajau
Bagi pencinta alam, pantai ini menawarkan garis pantai yang luas dengan ombak yang tenang. Sangat cocok untuk menikmati matahari terbenam (sunset) setelah seharian berkeliling kota.
4. Danau Biru (Pajintan)
Terbentuk dari bekas penambangan, danau ini menawarkan pemandangan air berwarna biru toska yang kontras dengan tebing putih di sekelilingnya. Spot ini sangat instagramable dan menjadi favorit para fotografer.
Surga Kuliner: Wajib Coba di Singkawang
Travelling tidak lengkap tanpa wisata rasa. Singkawang adalah surga bagi para foodies.
- Choipan (Cai Kue): Kudapan kukus dengan isi bengkoang, kucai, atau rebung yang disiram minyak bawang putih goreng.
- Bakmi Kering Singkawang: Mie khas dengan topping melimpah seperti daging, kekian, dan bakso, disajikan dengan kuah terpisah.
- Bubur Gunting: Terbuat dari kacang hijau kupas dan potongan cakwe renyah.
- Rujak Ebi: Kesegaran buah-buahan tropis dengan bumbu kacang pedas dan taburan ebi (udang kering) yang gurih.
- Kopi Singkawang: Nikmati suasana santai di kedai kopi legendaris seperti Kopi Rusen atau Kopi Nikmat.
Tips Travelling ke Singkawang untuk Pemula
- Waktu Terbaik: Datanglah saat perayaan Cap Go Meh (15 hari setelah Imlek) untuk melihat parade Tatung yang mendunia. Namun, jika ingin suasana lebih tenang, bulan Mei – Agustus adalah pilihan tepat.
- Transportasi: Dari Pontianak, Anda bisa menggunakan jasa “Travel” (taksi berbagi) dengan perjalanan sekitar 3-4 jam. Di dalam kota, menyewa motor adalah cara paling praktis untuk eksplorasi.
- Akomodasi: Pilih hotel di area Singkawang Barat atau dekat Singkawang Grand Mall untuk memudahkan akses ke pusat kuliner malam hari.
Penutup
Singkawang adalah bukti nyata bahwa perbedaan bisa menghasilkan keindahan yang luar biasa. Dari lampion yang menyala di Pasar Hongkong hingga semilir angin di Bukit Rindu Alam, kota ini akan selalu punya cerita untuk setiap pelancong yang datang.
Sudah siap memulai petualangan Anda? Segera kemas koper Anda dan rasakan sendiri magisnya Kota Toleransi ini!






Leave a Reply